Sejarah MINU

A.    SEJARAH BERDIRINYA MIM

Sekitar tahun 1962 di Dusun Tawangsari belum ada sarana pendidikan yang formal, sehingga pada waktu itu anak-anak yang ingin belajar ditampung di rumah Bpk. Asfan (almarhum), yang ditempatkan di musollah dengan sistem pengajaran yang sangat sederhana. Anak-anak duduk di lantai, menulis memakai saba, batu tulis, adapula yang menggunakan buku yang terbuat dari kertas merang.

Pakaian yang dipakai pada waktu itu adalah pakaian jarik dan baju serta memakai kerudung bagi anak putri dan bagi anak laki-laki memakai sarung dan berkopyah.

Adapun tenaga pengajarnya adalah seorang Ibu dari Bapak Asfan sendiri selama 4 tahun. Selanjutnya mengingat anak-anak semakin bertambah maka diadakan penambahan tenaga pengajar putra diambil dari keluarga Bapak H. Shodiq (alm) dan Bpk. H. Hasyim (alm.) kedua guru tersebut tidak mengenal Honor, jadi sistem malaikat.

Pada waktu itu jumlah murid sekitar 60 anak yang dididik oleh kedua guru tersebut, tuhun 1966 kedua guru itu baru merasakan sedikit uang lelah (honor) yang dihimpun dari warga setempat dengan cara urunan Rp. 200,- (dua ratus rupiah).

Selanjutnya dari tahun 1966 – 1968 melihat perkembangan anak sekolah semakin bertambah banyak khususnya dari luar Dusun  Tawangsari, maka Bapak Asfan omong-omong kepada Bapak H. Hasyim, beliau menawarkan sebidang tanah yang dimaksud beliau menyerahkan untuk dibangun sebuah Madrasah.

Maka Bapak H. Hasyim bermusyawarah dengan masyarakat setempat untuk berupaya mau mendirikan bangunan sekolah di atas tanah yang diberi bapak Asfan tersebut, dan masyarakat semua setuju..

Akhirnya tepat pada tanggal 15 Februari 1969 Bapak Asfan menyerahkan sebidang tanah dengan ukuran : 217,46 m2. Maka pada saat itulah Warga Dusun Tawangsari segerah bertekat membangun Gedung Madrasah dengan biaya swadaya masyarakat, tepatnya pada tanggal 12 Maret 1969.

Jadi luas tanah tersebut lansung disetatuskan waqof, adapun batas-batas tanahnya sbb.:                             Sebelah utara               : Tanah milik Bpk. Tamyis (almarhum).

Sebelah selatan            : Jalan Dusun Tawangsari.

Sebelah timur              : Tanah milik Bpk. H. Shodiq (almarhum).

Sebelah barat               : Tanah milik Bpk. Muchid.

Setelah berjalan sekian tahun maka madrasah ini diajukan akte pendirian Madrasah dibawa naungan Nahdlatul Ulama` (NU) Cabang Bangil dan keluarlah akte pendirian madrasah oleh : Pimpinan Pusat LPM NU Jakarta dengan nomor :    CD.1554/j/I/1971    tanggal  1 September 1971.

Agar madrsah ini tidak hanya mendapat pengakuan dan pembinaan dari Maarif NU saja namun lebih-lebih dari pemerintah dalam hal ini Departemen Agama maka madrasah mengajukan ijin operasional ke Departemen Agama RI, yang akhirnya dikeluarkanlah ijin operasionalnya oleh Kakanwil Departemen Agama Propinsi Jawa Timur          Nomor:  L.m./3/2i4i/A/1978  tanggal  20 Maret 1978.

Setelah reformasi Pengurus periode 1991 – 1993 pada tanggal 4 Juli 1992, susunan Pengurus baru terlampir,  maka Madrasah ini banyak perkembangan dan kemajuannya (lihat BAB II tentang perkembangan Madrasah).

Pada raker Pengurus tgl. 14 April 1993 terpecahkan perencanaan mendirikan unit Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kemudian pada raker Pengurus berikutnya tgl. 28 April 1993 diputuskan bahwa Perlu untuk mendirikan unit MTs tersebut dengan modal dasar sbb:

  1. Murid dari MI Tawangsari sendirti 40 anak, dan didukung oleh MI & SD  di sekitarnya.
  2. Tenaga pendidik (guru); mudah dicari (banyak pandangan baik sarjana maupun tidak) di daerah sekitar MTs.
  3. Gedung; menyusul, sementara numpang di gedung MI, dan MTs nya masuk sore.

Dengan dimikian, DIPUTUSKAN oleh Pengurus bahwa pada tanggal 28 April 1993 telah berdiri sebuah Madrasah bernama Madrasah Tsanawiyah Maarif Tawangsari, dengan Kepala Sekolah Bpk. H. Sholehuddin S, SAg. Yang dibantu oleh staf-stafnya dan Dewanmguru yang profesional yang bekelayakan dibidangnya masing-masing. Mulai operasionalnya adalah pada tgl. 20 Juli 1993 Tahun Pelajaran 1993 / 1994 dengan murid pertama sebanyak 36 anak.

Pada Tahun pelajaran 1998/1999 berdirilah Taman Pendidikan Qur`an (TPQ), yang kemudian menggabung jadi satu Yayasan HASYIM ASYARI, dengan tenaga pengajar 2 orang, sedangkan gedungnya sementara masih menempati Ponpes . SAADATUL UMAM yang kosong di Tawangsari barat, dan Alhamdulillah jumlah murid semakin bertambah dalam 1 tahun sudah 68 anak dari Tawangsari maupun luar daerah.

Kemudian mengingat perlunya akte notaris yayasan, agar Yayasan memiliki badan hukum misalnya untuk menerima bantuan-bantuan dari pemerintah dan persyaratan perubahan status MTs, legalitas SK Kepala Madrasah, legalitas SK Guru,  maka pengurus telah menghadap kepada Notaris ROSLINA SIDABUKKE, SH. Dengan nama Yayasan Pendidikan Maarif HASYIM ASYARI, yang meliputi Unit TPQ – MI – MTs. Dan SLTA (SLTA dalam perencanaan).

Nama yayasan HASYIM ASYARI tersebut diambil dari kata :

Hasyim adalah      :  Nama seorang pendiri madrasah.

Asy`ari adalah       : – Asy` dari nama Asfan, seorang pewaqof tanah pertamakali untuk

Madrasah.

– Ari adalah nama Dusunnya yaitu Tawangsari.

Maka keluarlah Akte notaris Yayasan Pendidikan Maarif HASYIM ASYARI tersebut pada tanggal 23 Mei 2000. Nomer  – 12 -. Yang didirikan oleh Pengurus Periode tahun 1992.

B.     PERIODE KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI

Periode Tahun 1969 – 1970                H. Hasan Bisri

Periode Tahun 1970 – 1974                M. Fachir

Periode Tahun 1974 – 1978                Fatchur Rochman, BA

Periode Tahun 1978 – 1980                Makhfud

Periode Tahun 1980 – 2005                Hj. Siti Aisyah

Periode Tahun 2005 – sekarang          H. Mokh. Munir, SH, S.Pd

C.    STRUKTUR ORGANISASI KEPENGURUSAN

Setelah gedung Madrasah berdiri yaitu pada tahun 1969 maka susunan organisasi pengurusnya adalah sbb.:

Ketua I             : H. Hasyim (alm.)

Waketua          : Nur Hadi (alm.)

Sekretaris        : H.  Hasan Bisri

Bendahara       : H. Shodiq.(alm)

Dalam pelaksanaan kepengurusan di Madrasah ini, diadakan dengan sistem masa bakti pengurus dengan kurun waktu 3 tahun, jadi setelah habis masa baktinya atau kurang aktif kepengurusannya maka diadakanlah rapat reformasi Pengurus untuk masa bakti berikutnya.

Sedangkan susunan pengurus periode 1990/1992 terlampir, susunan pengurus periode 1992 sampai 2000 terlampir, dan Susunan pengurus YPM Hasyim Asy`ari Tawangsari terlampir, Susunan pengurus LPM Hasyim Asy`ari Tawangsari jua terlampir.

D. KEADAAN SARANA DAN PRASARANA.

Bangunan Madrasah (MI – MTs) di atas tanah seluas 800 m2 terdiri dari lokasi-lokasi sebagai berikut:

a.       7 buah ruang kelas belajar

b.      1 sumur dan 2 kamar mandi

c.       2 water close (WC).

d.      2 kantor (MI & MTs) serta ruang guru

e.       1 ruang perpustakaan

f.       1 ruang koperasi

g.      1 ruang UKS

h.      1 sumur

i.        1 gudang

j.        1 ruang tempat sepeda

k.      1 kantin

l.        Lampu penerangan 450 Wat.

Sedangkan waktu belajar adalah:

1.      MI       Jam  07.30 – 12.00 WIB.

2.      MTs.    Jam  13.00 – 17.15 WIB.

3.      TPQ     Jam  13.00 – 16,00 WIB.

E. KEADAAN MURID

Dari sejak berdirinya Madrasah ini dari tahun ke tahun jumlah murid selalu menunjukkan angka pertambahan, dan mereka selain dari Tawangsari sendiri juga banyak murid yang berasal dari daerah sekitar.

Dalam hal ini berarti masyarakat semakin tahu dan sadar betapa pentingnya kebutuhan pendidikan ini dalam rangka bangsa Indonesia bebas dari buta huruf, serta menuju masyarakat maju dan berpendidikan.

F. SUSUNAN kEPENGURUSAN

SUSUNAN PENGURUS MIM TAWANGSARI

PERIODE 1990/1992

 Pelindung                    : 1. H  Shodiq

2. H. Abd. Chamid

3. H. Ichwan.

Penasehat                    : 1. H. Hasyim

2. Ust. Amar Muslikh

Ketua  I                       :  H  Sholehuddin S

Ketua II                      :  M. Fachir

Sekretaris   I                :  H. Fatchur Rochman, BA.

Sekretaris II                :  A. Saichu

Bendahara                   :  H. Adenan Yazid

Seksi-seksi                   :

a. Se. Humas               : 1. Abbas (koordinator)

2. Arifin AR

3. M. Chozin

4. Abd. Choliq

5. Syamsuri R

b. Se. Pembantu umum:   1. M  Rusli

2. Adenan

3. Asruchin

4. Naf`an

5. Ahmadun

c. Se. Perlengkapan     : 1. Muslik

2. Sholichin

3. Munasir

4. Sera`i

       SUSUNAN PENGURUS MADRASAH IBTIDAIYAH MAARIF

PERIODE 1992 – 2000

TAWANGSARI KEJAPANAN GEMPOL

Pelindung              : Yatik Hadiyani, SH. (KADES Kejapanan)

Penasehat              : H. Hasyim

1. Ketua             : H. Fatchur Rochman, BA.

2. WaKetua        : H. Sholehuddin S

3. Sekretaris I     : H. Mokh. Munir, SH.

4. Sekretaris II   : M. Chozin

5. Bendahara I   : H. Adenan Yazid

6. Bendahara II  : H.M. Zubaidi

7. Seksi-seksi      :

a. Se. Humas               : 1. Abd. Mujib

2. Arifin AR

3. Machfud As.

b. Se. Pendidikan        : 1. H. Syamsuri R

2. Drs. H.M. Thohir

3. M. Fachir

c. Se. Umum               : 1. Sugiyanto

2. Abd. Choliq

3. A. Dalim

4. Naf`an